Data sementara hasil pendataan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama camat setempat mencatat 139 rumah rusak ringan, 150 rusak sedang, 100 rusak berat, dan 10 rusak sangat berat.

Selain permukiman, 13 tempat ibadah rusak ringan, 9 rusak sedang, dan 4 rusak berat juga dilaporkan. Di sektor pendidikan, 4 sekolah rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 2 rusak berat, sementara dua fasilitas umum hanya mengalami kerusakan ringan.

Laili menegaskan, bahwa angka tersebut masih bersifat sementara, mengingat proses pendataan di empat kecamatan terdampak, yaitu Gayam, Nonggunong, Dungkek, dan Talango, belum rampung seluruhnya.

“Masih ada sekitar 400 titik yang belum kami assessment. Dengan hanya tujuh tim di lapangan, prosesnya memang membutuhkan waktu,” jelasnya.

Untuk menentukan tingkat kerusakan dan nilai kerugian bangunan, BPBD bekerja sama dengan Dinas PUTR dan Dinas Perkimhub Sumenep yang memiliki kewenangan dalam penilaian teknis.