"Tim kami sudah dalam perjalanan ke lokasi dengan perahu longboat melalui Pelabuhan Jangkar, Situbondo, dan tim kedua diberangkatkan melalui Pelabuhan Sumenep pada 2 Oktober 2025," jelasnya.
Hingga kini, berdasarkan data sementara Pemkab Sumenep, jumlah rumah yang terdampak tercatat sekitar 150 unit, mayoritas mengalami kerusakan ringan dan sedang.
Bupati Fauzi mengungkapkan, Pemkab Sumenep akan memastikan percepatan penyaluran bantuan serta rehabilitasi rumah warga yang rusak.
Dalam penanganan bencana ini, Kemensos melibatkan berbagai unsur, mulai dari Direktorat PSKBA, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sumenep, TNI-Polri, Tagana, hingga instansi terkait lainnya.
Meski gempa menimbulkan kerusakan dan korban luka, hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa.***