“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memberi kesadaran tentang pentingnya imunisasi mulai dari bayi usia nol bulan hingga anak sembilan tahun. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, Dr. Chavia juga menyinggung persoalan yang kerap muncul di tengah masyarakat, yakni terkait status halal dan haram vaksin imunisasi.

Menjawab hal itu, Wabup Imam menuturkan, bahwa sumenep" class="inline-tag-link">Pemkab Sumenep tidak tinggal diam dan telah menggandeng berbagai pihak untuk memberikan pemahaman yang benar.

“Memang ada pro dan kontra, ada yang menganggap halal, ada juga yang menilai haram. Namun setelah kami bekerja sama dengan MUI, NU, Muhammadiyah, Kemenag, Dinas Pendidikan, hingga kader posyandu untuk turun langsung memberikan edukasi, alhamdulillah masyarakat bisa menerima dengan baik. InsyaAllah Sumenep segera masuk zona aman,” ujarnya penuh optimisme.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi. Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap dengan dukungan semua elemen, baik dari tokoh agama, organisasi masyarakat, maupun bantuan internasional dari WHO, penanganan KLB campak di Sumenep bisa segera diselesaikan secara tuntas sehingga masyarakat kembali merasa aman.***