“Anak hanya berada di sekolah selama 6–8 jam. Selebihnya mereka bersama orang tua. Karena itu, peran orang tua melalui komite sangat menentukan hasil pendidikan,” ucapnya.
Bupati Fauzi juga menekankan bahwa komite tidak perlu menunggu sempurna untuk bergerak. Justru melalui ajang ini, sekolah memiliki kesempatan untuk belajar, berbenah, dan terus bertumbuh.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mulyadi, menyampaikan bahwa Komite Award 2025 bukan hanya penghargaan dan apresiasi, tetapi kompetisi sehat antar komite sekolah untuk menampilkan praktik terbaik dalam mendukung kemajuan pendidikan.
“Ini bukti nyata komitmen Pemkab Sumenep mendorong sekolah yang transparan, partisipatif, dan berdaya saing. Komite bukan lagi sekadar pelengkap, tapi mitra strategis,” ujarnya.
Mulyadi berharap sinergi antara sekolah, komite, dan pemerintah daerah semakin solid ke depan. Dengan demikian, ekosistem pendidikan yang sehat dapat terbentuk, menghasilkan siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.