“Kami ingin agar kegiatan KKN memberikan kontribusi langsung. Simulasi alat pupuk ini kami rancang sebagai bentuk solusi sederhana yang bisa dipraktikkan petani sehari-hari,” jelasnya, Rabu (20/8).
Sementara Kepala Desa Polagan, Siswaji menegaskan, bahwa inovasi mahasiswa sangat bermanfaat bagi warga.
“Petani kami merasa terbantu dengan adanya percobaan ini. Alat yang sederhana ternyata bisa mengurangi beban kerja mereka. Kami berharap setelah ini ada tindak lanjut, agar bisa diterapkan secara berkelanjutan,” katanya.
Senada dengan hal itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Agus Wahdiyan, menilai kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa sekaligus memberi dampak langsung kepada masyarakat.