Ia menegaskan, dunia digital termasuk esports bukan lagi sebatas permainan. Lebih dari itu, sudah menjadi industri global yang memiliki nilai ekonomi besar sekaligus sarana pembentukan karakter anak muda.
“Turnamen seperti ini adalah bukti nyata bahwa anak muda Madura punya potensi besar untuk berkembang dalam ekosistem digital yang terus tumbuh,” tambahnya.
Tahun ini, kejuaraan mempertemukan 324 peserta dari berbagai daerah di Madura. Sebanyak 200 pemain bertanding di kategori Mobile Legends, sementara 124 peserta lainnya berlaga di Free Fire.
Menurut Bupati, ajang tersebut tidak hanya mengedepankan kompetisi, tetapi juga mencerminkan semangat inovasi dan daya saing generasi muda.