Ia menambahkan, biaya nol rupiah saja tidak otomatis memikat warga, terutama di wilayah dengan banyak pesantren yang menawarkan layanan pendidikan serupa.

Menurutnya, konsep yang kuat dan pendekatan personal menjadi kunci keberhasilan program.

“Diperlukan konsep yang jelas, ditambah upaya jemput bola agar keluarga sasaran benar-benar memahami manfaat jangka panjang program ini,” kata Samioeddin.

Politikus DPRD itu juga menekankan pentingnya pemerintah turun langsung ke masyarakat, terutama keluarga miskin yang menjadi target utama.