Hanya mengandalkan spanduk atau pengumuman, menurutnya, tidak cukup. Edukasi yang konsisten akan meningkatkan kepercayaan warga dan minat mereka untuk mendaftarkan anak.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Mustangin, menyebut pihaknya telah mengerahkan tokoh desa dan pendamping sosial untuk menjangkau keluarga miskin yang belum terdata atau sulit diakses.
“Kami sudah melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh desa dan pendamping sosial, untuk menjangkau keluarga miskin yang belum terdata atau sulit dijangkau petugas,” jelas Mustangin.
Ia memastikan, langkah jemput bola akan terus dijalankan sampai masa pendaftaran berakhir. Jika kuota tetap belum terpenuhi, pihaknya siap berkoordinasi dengan Satgas Sekolah Rakyat di tingkat kementerian untuk mencari solusi terbaik.
“Kalau kuota masih belum terpenuhi, kami akan melapor ke Satgas Sekolah Rakyat di kementerian untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” pungkas Mustangin.***