“Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada euforia simbolis kemerdekaan. Lebih dari itu, semangat membangun daerah harus menjadi tekad bersama. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita bisa mewujudkan Sumenep yang lebih mandiri dan sejahtera,” jelas Fajar.
Dengan mengusung tema nasional “Indonesia Maju, Rakyat Sejahtera”, ia berharap peringatan HUT RI ke-80 dapat memacu lahirnya energi kolektif untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemasaran BPRS Bhakti Sumekar, Ahmad Zaini, mengungkapkan bahwa pihaknya juga menyiapkan sejumlah program khusus sepanjang bulan Agustus sebagai wujud nyata partisipasi dalam perayaan kemerdekaan.
“Kami melaksanakan pelatihan kewirausahaan, memberikan akses kredit mikro dengan bunga rendah, serta menggelar kampanye literasi keuangan yang menyasar UMKM dan masyarakat desa. Harapannya, program ini mampu memperkuat daya saing ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mereka dalam mengelola keuangan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, BPRS Bhakti Sumekar juga menggelar kegiatan sosial. Mulai dari donor darah, santunan anak yatim, hingga bazar UMKM lokal, serta agenda jalan-jalan santai bersama Bupati Sumenep.