Sementara itu,bBupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, turut hadir dan memberikan apresiasi atas konsistensi BPRS Bhakti Sumekar dalam menanamkan semangat kebersamaan di momen kemerdekaan. Ia menilai, perayaan semacam ini lebih dari sekadar seremoni tahunan.

“Ukuran kekuatan sebuah institusi bukan hanya pada nama besar atau besarnya modal, melainkan pada kelincahan berpikir dan keberanian dalam beradaptasi,” ujarnya.

Bupati Fauzi juga menyampaikan pesan yang cukup menohok sekaligus membangkitkan semangat.

“Begitu kita berhenti berpikir, artinya kita sudah kalah menghadapi arus globalisasi. Kebebasan sejati di era sekarang adalah keberanian untuk berpikir dan bertindak,” tandasnya.

Acara ditutup dengan suasana hangat. Para peserta saling bercengkerama, berswafoto bersama, menikmati hiburan ringan, hingga menutup hari dengan penuh tawa.