"Peran kader tidak hanya teknis, mereka juga menjadi penghubung antara ibu hamil dan tenaga kesehatan di fasilitas layanan," terang Ellya.

Sumenep" class="inline-tag-link">Dinkes P2KB Sumenep juga mendorong agar pendekatan pendampingan seperti ini dapat ditiru di kecamatan dan desa lainnya.

Ellya menilai, bahwa keterlibatan lingkungan sekitar sangat berpengaruh dalam keberhasilan penanganan kasus KEK.

Ia menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen mendukung peran kader dan petugas promkes melalui pelatihan dan supervisi secara berkala, guna memastikan program berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para bidan desa yang terlibat. Mereka berharap, selain pendampingan berkelanjutan, juga ada perencanaan yang lebih matang dalam penyediaan suplemen gizi untuk ibu hamil yang mengalami KEK, terutama di wilayah yang rawan gizi.