Ia menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan ibu hamil sejak awal masa kehamilan.
“Kita harus hadir sejak dini untuk memastikan intervensi gizi dan pendampingan bisa berjalan efektif,” ujarnya saat meninjau kegiatan di lapangan, Selasa (8/7).
Tim dari Bidang Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat turut aktif melakukan pendampingan langsung, termasuk dalam proses pengumpulan data serta evaluasi status gizi ibu hamil yang menjadi sasaran program.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim lapangan bekerja sama dengan kader pendamping ibu hamil KEK untuk mendeteksi potensi risiko sejak awal. Para kader ini menjadi ujung tombak yang menghubungkan tenaga kesehatan dengan masyarakat.