Model ini diharapkan dapat menekan peran tengkulak atau perantara yang kerap memotong keuntungan petani, sehingga petani bisa memperoleh nilai jual yang lebih kompetitif dan menguntungkan.
“Titik kumpul ini bisa berasal dari Gapoktan, Koperasi Tani, maupun Poktan. Mereka bertugas sebagai administrator dalam platform Silangtani,” jelas Dewo.
Aplikasi Silangtani sendiri merupakan inisiatif lokal yang dikembangkan sebagai solusi digital dalam sistem lelang pertanian.
Tujuannya adalah menciptakan transaksi yang lebih terbuka, efisien, dan menguntungkan bagi petani serta pembeli, khususnya dalam sektor komoditas pertanian di Sumenep.***