"Kesehatan adalah modal utama dalam memimpin. Kami ingin memastikan bahwa kondisi kami dalam keadaan terbaik agar dapat bekerja dengan maksimal demi masyarakat Sumenep," ujarnya saat diwawancara wartawan, Senin (17/2).
Proses pemeriksaan ini juga mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan profesionalisme dalam transisi pemerintahan.
Dengan menjalani prosedur yang telah ditetapkan, kedua calon pemimpin ini menunjukkan kesiapan mereka untuk menghadapi agenda dan persiapan lain menjelang pelantikan yang direncanakan pada 20 Februari 2025.
Pelantikan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan momentum penting yang akan membuka babak baru bagi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.***