Salah satu perhatian utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani. Dengan begitu, petani dapat menjalankan aktivitas pertaniannya tanpa hambatan akibat kelangkaan pupuk.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam mencegah dan mengawasi potensi penyalahgunaan pupuk bersubsidi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini merupakan langkah penting dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional," tegas Bupati Fauzi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi juga secara simbolis melepas hasil panen perdana sebanyak 24 ton ke PT Charoen Pokphand Indonesia, sebagai bagian dari rantai distribusi hasil pertanian daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, melaporkan bahwa luas lahan baku tegal di Kecamatan Guluk-guluk mencapai 3.000.008 hektar, dengan realisasi tanam sebesar 2.000.190 hektar. Adapun luas lahan baku sawah sekitar 2.900 hektar, dan telah terealisasi 1.900 hektar.