Lebih lanjut, Dzulkarnain menilai, bahwa semakin luasnya akses terhadap informasi turut berperan dalam membentuk pola pikir kritis masyarakat.
Warga menjadi lebih selektif dalam menyaring berita dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang belum terverifikasi, termasuk hoaks yang sering muncul selama masa pemilu.
"Ini menjadi bukti bahwa kesadaran politik masyarakat semakin baik. Mereka tidak lagi mudah dipengaruhi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya," tambahnya.
Selain meningkatnya kesadaran politik, antusiasme dalam memberikan suara juga menjadi indikator positif lainnya.