Ia menambahkan, sumenep" class="inline-tag-link">Pemkab Sumenep akan memastikan adanya peserta baru yang terakomodasi pada program tersebut, mengingat data tiga tahun terakhir (2022-2024) menunjukkan perlunya pemerataan.

"Kuota totalnya tetap, yaitu sekitar 5.000 peserta untuk seluruh program. Namun, untuk pekerja rentan kemungkinan akan ada penambahan sekitar 1.000 peserta, sedangkan kuota untuk buruh tani tembakau tetap seperti sebelumnya," imbuhnya.

Heru berharap, masyarakat semakin memahami dan berpartisipasi dalam program ini, sehingga visi Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep untuk menurunkan angka kemiskinan dapat tercapai.

"Program ini bertujuan untuk mencegah munculnya kemiskinan baru. Dengan memberikan bantuan kepada keluarga yang kehilangan tulang punggungnya, mereka dapat tetap bertahan secara ekonomi," ujarnya.