Sejumlah pejalan kaki mengeluhkan situasi ini, mereka menyatakan bahwa trotoar seharusnya steril dari kendaraan agar mereka bisa melintas dengan aman dan nyaman.
"Sebagai pejalan kaki, saya merasa sangat terganggu dengan motor yang parkir di trotoar. Trotoar seharusnya untuk pejalan kaki, bukan tempat parkir," keluh seorang pengguna jalan, Ardi pada MaduraPost, Kamis (14/11) pagi.
Meski pihak sumenep" class="inline-tag-link">Disperkimhub Sumenep sudah menawarkan solusi parkir alternatif, banyak pemilik toko yang masih mengabaikan aturan dengan alasan lokasi parkir terlalu jauh dari tempat usaha mereka.
Hal ini menimbulkan kritik dari masyarakat yang berharap semua pihak, termasuk pemilik toko, dapat lebih disiplin dan menghormati hak pejalan kaki.