"Dengan upaya promosi melalui media nasional dan lokal, kami berharap masyarakat di luar Sumenep dapat mengenal potensi wisata yang melimpah di daerah ini," tuturnya.
Untuk mendukung perkembangan pariwisata, Fauzi menekankan pentingnya aksesibilitas sebagai faktor kunci dalam meningkatkan layanan pariwisata. Ia mengakui adanya tantangan, terutama dalam akses jalur udara.
Ia menjelaskan, bahwa runway di Bandara Trunojoyo Sumenep masih kurang memadai untuk penerbangan dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali.
"Kami berencana untuk memperbaiki aksesibilitas, salah satunya terkait transportasi udara. Kami tidak bisa langsung terhubung dari Sumenep ke Jakarta. Kami akan melakukan komunikasi untuk mereview panjang runway, yang saat ini 1.650 meter, menjadi sekitar 2.000 meter agar pesawat bisa terbang langsung dari Sumenep ke Jakarta," ungkapnya.