Pada pertengahan Juli 2024, Kiai Fikri kembali ke kantor DPP PPP untuk tujuan yang sama.
Namun, menurutnya, sikap DPP semakin memperjelas bahwa DPC PPP Sumenep hanya dijadikan alat untuk kepentingan Pilkada di kabupaten lain, terutama di Pamekasan.
"Perkataan sekjen waktu itu semakin memperjelas bahwa DPP PPP tidak berpihak kepada kami," tutur Kiai Ali Fikri.
Pria yang akrab disapa Mas Kiai ini mengaku tidak mengerti apa yang diinginkan DPP terhadap DPC PPP Sumenep.