"Saya rasa mereka itu menghindar. Padahal melihat tugas dan tanggungjawab, seharusnya pihak kampus berani pasang badan pada setiap persoalan, termasuk laman website ini yang menjadi salah satu sumber informasi terhadap masyarakat," kata Noris menegaskan.

Secara terang-terangan Noris juga memberikan penilaian terhadap kinerja ICT, Humas dan Ketua Sumenep" class="inline-tag-link">STKIP PGRI Sumenep yang lelet dalam menangani persoalan krusial.

"Untuk kinerja bagian ICT maupun Humas kalau kita nilai 30% dari 100. Hal itu saya lihat bukan hanya pada persoalan hari ini, melainkan dari berbagai media kampus pengelolaannya amburadul seperti IG, misal. Sehingga, hal itu berpengaruh pada ketertarikan calon mahasiswa," kata Noris memaparkan.

Dia berharap, kampus dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap website resmi yang dimiliki.

Mengingat, sejauh ini sudah mulai ada pendaftaran calon mahasiswa baru yang sedang berlangsung.