Mereka mengaku mendapat tawaran sewa kamar milik ABK kapal dengan harga yang bervariasi.
Mulai dari harga Rp150.000 hingga Rp300.000. Yono (43), salah satu warga kepulauan Sumenep, mengaku bahwa kondisi ini sudah lumrah terjadi.
"Iya memang ada jual-beli kamar ABK. Itu sudah dari dahulu," ucap Yono.
Alasan paling lumrah, kata Yono, karena kondisi pemudik ramai bahkan membludak dan nyaris over load.
Baca Juga:Selama Dua Pekan Kedepan Siswa Di Sumenep Belajar Dirumah, Belajar Online Diterapkan Disdik
Kebanyakan dari mereka tidak kebagian tempat reguler. Kondisi ini memang sudah terjadi sebelum adanya program mudik gratis tersebut.