Parahnya, warga rela datang lebih awal untuk mendapatkan tempat. Mereka juga mengantri, bukan untuk menjalankan salat tarawih, melainkan demi mendapatkan bagian amplop.

Warga datang saat sore hari hingga mau untuk berbuka puasa di lokasi. Jalan raya pun terkadang penuh dengan lahan parkir sepeda motor.

Tak sedikit warga yang melangsungkan salat tarawih di luar masjid. Kondisi ini dapat dikatakan miris.

Sebab, demam amplop berkedok zakat mal itu telah membuat risih sebagain orang yang nyata-nyata ingin menunaikan ibadah salat tarawih.