"Kami mengakui memang benar 509 pegawai itu memanipulasi absensi kehadiran," kata M. Suharjono, Kabid PPI BKPSDM Sumenep pada media.

Suharjono mengaku, ratusan ASN itu kompak memanipulasi absensi digital SIC dengan sejumlah cara.

Mulai dari chek in menggunakan wajah orang lain, mengubah waktu, dan mengubah titik koordinat.

Di sisi lain, menurut Suharjono, absensi digital SIC yang digagas tahun 2022 lalu itu memang memiliki kelemahan.