Syamsuri mengungkapkan, ada beberapa kendala yang dijumpai petugas di lapangan hingga membuat target sasaran tidak tercapai. Salah satunya, anak yang akan divaksin tidak ada di Sumenep. Selain itu, ada sebagian anak yang sakit.

”Sebab, dibawa orang tuanya merantau ke luar kota. Untuk anak yang berada di luar kota dapat divaksinasi di daerah yang ditempati saat ini,” jelas Syamsuri menerangkan.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan PIN Polio, sasarannya bukan sekadar anak usia 0-1 tahun. Tetapi, mulai dari 0 sampai usia delapan tahun kurang satu hari.

”Saat ini kami mulai mempersiapkan diri untuk mengadakan PIN Polio putaran kedua pada Februari nanti,” pungkasnya.***