"Filosofi motto ini, lembaga kami mengutamakan karakter peserta didik dibandingkan dengan prestasinya," tutur Fauzi.
Sementara itu, Ketua DPKS Sumenep, Mulyadi, sangat mengapresiasi adanya Lembaga Bimbel dan Les Privat Dhâmar Kambhâng yang bergerak di bidang pendidikan non formal.
"Lembaga seperti ini menjadi bagian untuk mengawal bersama-sama membangun generasi yang unggul, sebagaimana cita-cita Bupati Sumenep menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul," kata Mulyadi.
Pihaknya mengungkapkan, bahwa nama Lembaga Dhâmar Kambhâng yang fokusnya pada Bimbel dan Les Privat diambil dari Bahasa Madura dan tradisi orang Madura yang memiliki makna positif.
"Dhâmar Kambhâng ini memiliki makna sebagai media pemberi cahaya di tengah gelap gulita atau sederhananya sebagai pelita kehidupan," ucap Mulyadi.