"Kalau untuk di kelas atas itu projek-nya mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermakna untuk kerajinan tangan," kata Ustadzah Yatin, sapaan akrab guru di sekolah tersebut.
"Baik itu dibuat tempat pensil, dijadikan bunga, bahkan bisa dijadikan Ecobrick," katanya lebih lanjut.
Sementara untuk kelas rendah, pihaknya menyebutkan, dalam penerapan P5 para murid dibiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan mencegah banyaknya sampah.
[caption id="attachment_36802" align="alignnone" width="700"]madurapost.net/wp-content/uploads/20231115_093423.jpg" alt="" width="700" height="400" /> KEGIATAN. Potret jajaran guru SDT2Q Insan Permata Mulia saat menggelar kegiatan P5 berupa bersih-bersih lingkungan dari sampah plastik. (Kurikulum SDT2Q Insan Permata Mulia for MaduraPost)[/caption]