"Saya menyerahkan kepada tim yang menangani PIP itu. Biasanya, PIP itu langsung diserahkan kepada orang tua siswa atau siswa itu sendiri. Teknisnya, kita hanya memfasilitasi persyaratan yang ada," kata Jayat menerangkan.
Pihaknya menyebut, bahwa program itu langsung turun dari pusat. Di tanya soal keterlambatan informasi bagi penerima PIP, Jayat menyebut, secara prosedural ada di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.
"Program ini, kita datanya langsung dari pusat. Terus yang menerima itu adalah siswa yang masih aktif di SMP 1 Manding. Tetapi pada masa sekarang ini, anak yang sudah keluar itu datanya turun lagi, menerima lagi. Itu pun tetap dikembalikan kepada anak yang bersangkutan untuk ngambil (atau anak yang sudah melanjutkan ke SMA, red)," kata Jayat menguraikan.
Di samping itu, Jayat mengkalim, bahwa data PIP khusus sekolahnya itu memang mengalami banyak keterlambatan.
"Itu memang data telat. Kita nerima dari pusatnya itu sudah lambat, karena itu kan lewat operator. Kadang-kadang itu ada yang lebih tahu duluan justru wali murid," kata Jayat.