Pihaknya menjelaskan, alat pendeteksi tersebut secara otomatis terkoneksi dengan reserver Call Center 112.

Sehingga, jika terjadi kejadian buruk di laut, Anak Buah Kapal (ABK) atau nelayan bisa menekan tombol panic button.

Menurutnya, radar keselamatan ini akan memancarkan sinyal secara terus menerus selama 5 hari, bahkan alat ini nantinya akan dipasang pada perahu nelayan di semua lokasi pelayaran.

“Kami sudah pasang alat pendeteksi Si Kapal ini di 20 perahu nelayan Sapeken sebagai pilot projek atau percontohan program Si Kapal,” kata dia mengungkapkan.