Bagi warga, kata dia, 42 hektar kawasan pantai atau laut yang akan direklamasi untuk dibangun tambak garam sangat berarti, sebab merupakan sumber kehidupan.
”Dari sana, setiap hari warga di sini mencari makan. Di sana laut, ruang hidup dan sumber penghasilan terutama ketika musim hujan. Kalau dibangun tambak, habis tidak ada lagi,” kata Kiai Sahe dalam sambutannya di hadapan ribuan jemaah.
Tak hanya itu, menurutnya lingkungan sekitar juga terancam dengan dialih fungsi menjadi tambak garam.
”Di bulan-bulan tertentu ketika air pasang, sekarang rutin dilanda banjir rob. Apalagi, ketika sudah ditambak,” ujarnya.
Sementara itu, KH Panji Taufiq, menyatakan kehadirannya sebagai pribadi dan sejumlah kiai sebagai bentuk keprihatinannya atas kemelut reklamasi laut di Desa Gersik Putih.