Terpisah, Ketua Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi), Amirul Mukminin menambahkan, bahwa maklumat keselamatan dan lingkungan yang ditanda-tangani kiai merupakan tambahan kekuatan bagi warga untuk menolak rencana reklamasi laut untuk pembangunan tambak garam.

Dengan tegas pihaknya akan terus melakukan gerakan dan suara perlawanan supaya reklamasi laut di desanya tidak terealisasi.

”Dan hari ini, setelah istighosah sebagian warga langsung bergerak ke pantai untuk melakukan pemasangan maklumat sebagai bentuk perlawanan. Air laut boleh surut, tapi perjuangan haram untuk surut,” tegas Amirul Mukminin.

Selain itu, dengan memasang Maklumat Takerbuy 2023 untuk keselamatan dan lingkungan, diharapkan memberi isyarat bagi penggarap dan Pemerintah Desa (Pemdes) Gersik Putih bahwa warga yang menolak tidak berjuang sendiri.

Di mana, banyak pihak yang mendukung terhadap gerakan penolakan yang dilakukan warga tersebut.