Seperti informasi yang diterima media ini, awalnya Kyai Bahar mendengar suara tangisan bayi di depan teras sekolah madrasah yang dia asuh.

Kemudian, ia langsung memberi tahu istrinya yakni Nyai Lutfiyah, untuk mencari sumber jelas dari suara tangisan bayi tersebut berada.

"Ternyata tangisan bayi ini dari arah timur dari rumah, (Jarak rumah dengan madrasah sekitar 30 meter, red). Kemudian Nyai Lutfiyah mengambil senter dan mencari suara tangisan bayi tersebut dan ditemukan di depan teras sisi timur madrasah," paparnya.

Pihaknya mengatakan, jika bayi perempuan malang itu ditemukan dalam kondisi terbungkus kain warna hitam lengkap dengan ari-arinya yang belum terpotong.

Oleh sebab itu, Nyai Lutfiah langsung memberi tahu penemuan bayi tersebut kepada salah satu dukun peranakan desa setempat bernama Hj. Ama.