Kemudian, pada pukul 06.00 WIB saat air mulai pasang kapal yang sudah penuh muatan tidak bisa mengapung. Akibatnya, air masuk melalui pipa pembuangan ke ruang mesin dan palka kapal.
"Pada saat air masuk kamar mesin nakhoda dan ABK telah melakukan tindakan penyedotan air dengan menggunakan 3 mesin penyedot namun tidak berhasil sehingga menyebabkan kapal tenggelam," terangnya.
Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WIB, KLM Putra Putri tenggelam. Saat itu juga nakhoda langsung melakukan evakuasi barang-barang muatan yang ada di atas kapal.
"Sementara, total kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta," kata Widiarti menyebutkan.