SUMENEP, MaduraPost - Pengembang Perumahan Bukit Damai, Nanda Wirya Laksana, meminta Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk agar tidak mencampuradukkan antara hak dan batil dalam menyikapi persoalan internal yang mencuat belakangan ini.
Ia menekankan pentingnya sikap arif, tegas, dan bijaksana sebagaimana teladan kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab dalam mengamalkan firman Allah SWT, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 42.
Menurut Wirya, mencuatnya kasus Firda menjadi ujian nyata bagi jiwa kepemimpinan Direktur Utama BNI. Ia mengingatkan agar pucuk pimpinan tidak justru melindungi seluruh jajaran staf yang terlibat dalam ketidakbenaran hanya karena alasan hierarki atau loyalitas struktural.
“Dengan adanya kasus ini, Dirut BNI sedang diuji jiwa leadership-nya. Jangan sampai karena ini merupakan kepanjangan tangan di bawah, lalu pimpinan justru melindungi seluruh jajaran staf yang terlibat dalam ketidakbenaran,” tegas Wirya, Jumat (16/1).
Wirya juga menegaskan, bahwa pengakuan atas kesalahan tidak akan menjatuhkan martabat seseorang maupun institusi. Sebaliknya, kejujuran justru akan meninggikan kehormatan di mata publik.