Namun, sikap adil dan ketegasan Amr bin Ash justru membuat laki-laki Yahudi itu tersentuh. Ia meminta agar rumahnya tidak perlu dibangun kembali dan menyatakan kekagumannya terhadap keadilan Khalifah Umar bin Khattab.
“Aku belum pernah menjumpai manusia semulia Umar, seadil Umar, dan sebijaksana Umar,” ucapnya, seraya menghibahkan gubuk tuanya untuk kepentingan Islam.
Tak hanya itu, ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat, “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah.”
Dari kisah tersebut, Wirya menilai terdapat pesan penting yang relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, ketika hak dan batil tidak dicampuradukkan, maka kebijaksanaan dan keadilan akan hadir dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Pesan lainnya, lanjut Wirya, adalah bahwa niat baik, sekalipun untuk kepentingan agama, tidak boleh ditempuh dengan cara yang melanggar hak orang lain. Nilai kebenaran dan keadilan harus tetap dijunjung tinggi dalam kondisi apa pun.