Akan tetapi, permintaan tersebut tetap ditolak oleh sang pemilik.
Karena penolakan itu, Amr bin Ash akhirnya murka dan menggunakan kekuasaannya untuk menggusur gubuk tersebut.
Merasa terzalimi dan tidak berdaya, laki-laki Yahudi itu kemudian menempuh perjalanan jauh untuk mengadukan peristiwa tersebut kepada Khalifah Umar bin Khattab di Madinah.
Setibanya di Madinah, ia menceritakan seluruh kronologi kejadian dari awal hingga akhir. Mendengar laporan tersebut, Khalifah Umar bin Khattab lalu memberikan sepotong tulang onta yang terdapat bekas garis lurus panjang hasil goresan ujung pedang. Khalifah Umar memerintahkan agar tulang itu disampaikan kepada Amr bin Ash di Mesir.
Saat tulang tersebut diserahkan, Amr bin Ash seketika gemetar hebat diliputi ketakutan. Situasi itu membuat seluruh penghuni istana, termasuk laki-laki Yahudi tersebut, merasa heran.