[caption id="attachment_32271" align="alignnone" width="700"]madurapost.net/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230223_192236.jpg" alt="" width="700" height="400" /> WAWANCARA. Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, saat diwawancara awak media media baru-baru ini. (Istimewa for MaduraPost)[/caption]
“Bahasa gampangnya literasi itu kan pemahaman kalau inklusi itu penggunaan. Jadi memang tingkat penggunaannya lebih tinggi dari pada pemahamannya. Harapannya adalah harus berimbang. Kenapa? karena penggunaan lembaga keuangan itu betul-betul dipahami,” papar Fajar lebih detail.
Pihaknya juga menegaskan, jika instrumen jasa keuangan ini tidak hanya sekedar dipakai, alias harus selektif saat dipilih.
Sehingga, melalui Talkshow Sosialisasi Literasi Keuangan tersebut BPRS Bhakti Sumekar hadir sebagai solusi cerdas yang dapat mengedukasi masyarakat.
[caption id="attachment_32272" align="alignnone" width="700"]madurapost.net/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230223_192449.jpg" alt="" width="700" height="400" /> SEREMONIAL. Potret Talkshow Sosialisasi Literasi Keuangan yang digelar BPRS Bhakti bersama Sekda, Edy Rasyadi serta Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Sumenep, Agus Mulyono. (Istimewa for MaduraPost)[/caption]