“Kami ingin lahir kaum muda harapan bangsa adalah generasi-generasi yang pintar dan cerdas secara intelektual, serta memiliki keimanan dan ketaqwaan, guna membentengi dirinya dari gempuran beragam pengaruh negatif seperti media sosial di era digitalisasi," tutur Bupati Fauzi.
Pihaknya juga mengungkapkan, pemerintah daerah memang memfokuskan berbagai kegiatan bersifat keagamaan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan generasi muda.
Sehingga, diharapkan peran aktif orang tua untuk mendidik anak-anaknya supaya tidak mudah terpengaruh dampak negatif globalisasi.
"Orang tua harus membiasakan anak-anak kecanduan membaca Al-Quran daripada bermain game dan sejenisnya," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, Hairil Fajar menambahkan, jumlah peserta terdaftar sebanyak 453 orang, yakni 405 peserta dari daratan dan 48 peserta dari kepulauan, yang berasal dari 182 lembaga.