"Kegiatan ini sekaligus diharapkan bisa memotivasi Pemuda desa berfikir kreatif melihat peluang bisnis melalui produk desa seperti pertanian, hasil laut, dan potensi wisata,"jelasnya, Minggu (27/02/22).
Pendapat serupa Juga disampaikan oleh Ketua Pokmaswas PEMUDA BAHARI, Abd Adim yang mengatakan perkembangan teknologi merubah Perilaku dan cara masyarakat dalam mendapatkan informasi, termasuk kegiatan perdagangan.
Namun beberapa pemuda di deesa masih belum melihat peluang tersebut sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan ekonomi.
"Mungkin semua pemuda tau bermedia sosial atau bermain game tetapi bagaimana memanfaatkan smartphone untuk memberikan keuntungan ekonomi itu yang harus dilatih," pungkasnya.