Transaksi pertama, pada 23 Februari 2022, ada empat kali penarikan masing-masing sebesar Rp 2.500.000. Kemudian, transaksi kedua pada 24 Februari 2022 ada empat kali penarikan juga, masing-masing sebesar Rp 2.500.000.
"Ada delapan kali penarikan, bertahap hilangnya itu. Berdasarkan keterangan dari Hallo BCA, uang tersebut ditarik via ATM di daerah Siliwangi, Semarang Jawa Tengah. Padahal selama ini saya tidak pernah keluar kota, apalagi ke Semarang dan hingga detik ini pun kartu ATM di pegang saya," akunya.
Muhlis menduga, dia menjadi korban kejahatan. Terkait kejadian itu, dia telah melaporkannya ke pihak bank dan juga ke Polres Sampang. Menurutnya, pihak bank akan melakukan proses pelacakan dan meminta menunggu selama 10 hari kerja.
Pria yang berprofesi sebagai perawat itu sangat menyayangkan sistem keamanan bank swasta terbesar di Indonesia itu masih lemah. Padahal, kartu ATM miliknya sudah model baru yakni menggunakan chip bukan pita magnetik.