Dalam penanganan hal ini, pihaknya lebih hati-hati karena berkali-kali ada kesenjangan indikasi dengan realita. Namun, setelah di kroscek hanya berteman akrab.

"Jika tidak hati-hati, akan berpengaruh pada proses sanksi hukumannya. Intinya, kita masih menunggu proses sambil melengkapi bukti-bukti," ucapnya.

Ariwibowo menambahkan, terkait kasus seperti ini perlu adanya pembinaan lebih intens terhadap profesi-profesi bidan, karena selama ini sudah ada beberapa kasus serupa.

"Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BKPSDM, tentu kedepannya akan melakukan penekanan untuk mengantisipasi terjadinya kasus yang sama," pungkas Ariwibowo.