"Dan masih banyak janji politik lainnya yang sifatnya hanya mengelabuhi rakyat Kabupaten Pamekasan untuk meraup suara terbanyak bukan untuk merubah atau merekontruksi system Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk lebih baik," lanjutnya.
Sehingga dengan ini sebut Musfiq, Bupati Baddrut Tamam hanya terkenal pencitraan saja atau pinter mengelabuhi psikologi seseorang, bukan ingin merubah birokrasi daerah untuk lebih maju dan lebih produktif.
"Setidaknya program 5 tahunan Bupati yang dikonsep dan sudah pada RPJMD minimalnya harus ada yang dimaksimalkan, karena kami pantau sejak kepemimpinannya (Bupati Baddrut Tamam, red) APBD Kabupaten Pamekasan bukan malah membaik, tapi justru terpuruk dalam sejarah Pamekasan," urainya.
Menambahkan apa yang disampaikan oleh Musfiq, Zaini Wer Wer yang juga akan menjadi Koordinator Aksi mengatakan, kalau hal tersebut dibuktikan dengan PAD Kabupaten Pamekasan sejak kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam mulai dari tahun 2018 akhir, 2019, 2020, 2021 PAD tidak memenuhi bahkan kebawah 10% Dari APBD yang sudah ditetapkan.