Iksan menilai, banyaknya masyarakat utamanya orang tua siswa yang termakan informasi hoax menjadi pemicu lambatnya proses vaksinasi bagi kalangan pelajar.
"Saya melihat masih banyak orang tua siswa yang masih banyak termakan oleh informasi hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Diantaranya tentang vaksin yang katanya menakutkan secara medis dan kesehatan, ini yang kita perangi bersama-sama," tegasnya.
Ke depan, pihaknya akan lebih inten memberikan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat, utamanya bagi masyarakat awam yang gampang memakan mentah-mentah informasi hoax yang bertebaran di berbagai platform media sosial.
"Kita selaku pemangku kebijakan di Disdik Sumenep terus memberikan stimulus yang positif bagi masyarakat," timpalnya.