Wahasa mengatakan, untuk Sumenep saat ini telah menerapkan sistem jemput bola dalam pembuatan dokumen kependudukan. Jika ada pelayanan jemput bola, lanjutnya, di dalamnya ada pelayanan terpadu, maka hal tersebut dijalankan hingga saat ini.
"Jadi kita terbitkan keterpaduan ini untuk segala bentuk dokumen. Kenapa untuk kia" class="inline-tag-link">pembuatan KIA kita pilih sekolah, karena pendistribusiannya lebih cepat," akuinya.
Selain itu, untuk ketersediaan blangko KIA, Wahasa mengaku, masih menyimpan sebanyak 100 ribu keping blangko pada tahun 2020. Hingga saat ini belum habis. Sebab itu, Dispendukcapil Sumenep merasa tidak kekurangan soal blangko tersebut.
"Selama masa pandemi untuk ketersediaan blangko tidak ada masalah, masih tinggal 70 ribu blangko KIA," urainya.