"Kedepan, dengan adanya jalan lingkar utara ini untuk akses perekonomian masyarakat. Jadi ini, jalan yang dari utara tidak usah masuk kota lagi, itu bisa ke arah bandara di Kalianget nantinya," kata dia.
Lebih jauh, Eri memaparkan, jika nanti kawasan tersebut bisa dijadikan destinasi yang maju. Setidaknya, bisa setingkat destinasi yang ada di Kota Batu, Malang.
"Sehingga bisa tumbuh perekonomian masyarakat disini. Apalagi sudah mulai ada destinasi wisata disini. Apalagi jika sudah ada lampu disini, otomatis masyarakat nanti bisa merasakan nuansa Batu-Malang ada di Sumenep," tukasnya.
Usai peresmian secara simbolik oleh Bupati Busyro, pihaknya bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat kemudian menanam pohon.
Sekedar informasi, proyek pembangunan jalan lingkar utara bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Sumenep. Dari proyek yang dimenangkan oleh PT Menara Insijaya Group itu, menghabiskan hingga 42 miliar lebih.