"Para peserta wajib dilakukan tes urin, kami bersama BNN akan memfasilitasi," ujarnya saat dikonfirmasi media, Senin (21/9) kemarin.
Widiarti menjelaskan, apabila perangkat desa tersebut atau peserta yang bersangkutan sudah dibawa oleh petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).
Baca Juga:Potret Sumenep, Apa Kabar Pengangguran?
Ditanya soal peserta lain yang kemungkinan positif narkoba, dirinya menerangkan bahwa berjalannya hari kedua pelatihan masih terdapat satu orang.
"Cuma satu," tulisnya singkat.