Pihaknya menerangkan, pelatihan itu merupakan upaya peningkatan lembaga pengaduan di desa. Sehingga para aparat desa kedepan bisa mengambil langkah tepat ketika ada pengaduan dari masyarakat.
“Ini adalah tindak lanjut setelah Uniba ditunjuk oleh Kementrian Desa PDT untuk menjadi pembina desa di Madura,” terangnya.
Sementara untuk pelatihan sendiri, peserta pelatihan diambil empat orang utusan dari masing-masing desa se Sumenep. Mulai dari Kades, BPD, sekretaris desa, dan bendahara.
“Semuanya ini kita bagi menjadi 13 angkatan. Setiap angkatan berjumlah 100 orang dan akan dilatih full selama tiga hari. Jadi dalam sebulan penuh ditargetkan selesai seluruh desa," jelasnya.