Sebab, Pemkab Sumenep menurut kacamata massa aksi, belum bisa memberikan pembinaan bagi pengelola tambak udang kecil, dan sanksi terhadap pengelola tambak udang besar.
"Kita tidak anti investasi. Tapi kita anti ketika investasi dan pembangunan ini tidak berdampak kepada kesejahteraan sosial pada peningkatan pertumbuhan ekonomi," tegas Mahmud.
Terpisah, dikaitkan dengan penemuan mayat di Kecamatan Batuputih, Sabtu 5 September 2020 kemarin, massa aksi menuding apabila wabah Virus Corona tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan ditemukannya masyarakat yang yang tewas di dekat kubangan tambak udang tersebut.
"Jika tambak diduga telah menelan korban, maka ini lebih ganas dari pada Covid-19," tukasnya.
Untuk diketahui, dalam pantauan Madurapost.id di lokasi, para pendemo melakukan aksi demonstrasi sekitar pukul 10.00 WIB. Terlihat mereka tidak ditemui Bupati berikut jajarannya. (Mp/al/rul)