Dari ketiga instansi tersebut, hingga kini belum diketahui pasti berapa anggaran dana yang telah diserap untuk percepatan penanganan pandemi virus corona itu.

"Kita akan panggil semua setelah selesai rapat internal di Komisi. Utamanya Dinsos soal bantuan sosial tunai (BST) dan lainnya yang hari ini masih banyak belum turun," terang anggota komisi IV DPRD Sumenep H. Sami'oeddin, pada media, Kamis (3/9).

Pihaknya menegaskan, harusnya keterlambatan ini tidak terjadi. Mengingat realisasi anggaran dana bansos bagi warga terdampak Covid-19 tersebut sudah lama ditandatangani oleh Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.

"Kapan ? dan kenapa Bansos ini belum turun. Ini yang perlu diperjelas," tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.