Deddy menerangkan, banyaknya kegiatan balap liar disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat.
"Meski masa pandemi balap liar sejauh ini tetap marak," ujar dia.
Meski secara aturan balap liar tidak diperbolehkan, namun para kaum muda di Kota Keris itu seakan telah mentradisikan kegiatan yang mengundang korban nyawa tersebut, jika takdir menyatakan.
"Dengan alasan apapun balap liar tidak diperbolehkan, selain membahayakan diri sendiri, juga mengganggu ketenangan masyarakat," tegas Deddy.